
Srikandi Muda, Nur Alivia Andreani
Kalasan, Di tengah hiruk pikuk aktivitas di lingkungan sekolah, di antara tumpukan buku pelajaran dan padatnya kegiatan ekstrakurikuler, ada satu nama yang begitu bersinar di SMP Muhammadiyah 1 Kalasan. Dia adalah Nur Alivia Andreani, siswi kelas IX A yang dikenal bukan hanya karena kecerdasannya di bidang akademik, tetapi juga karena ketangkasannya di arena bela diri, dan Olimpeade. Sosoknya menggambarkan dua kekuatan besar yang berjalan beriringan, pikiran yang tajam dan semangat juang yang tangguh.
Langkah Awal Sang Pendekar Muda
Oliv sapaan akrabnya, dia bukan tipikal siswa yang hanya sibuk belajar di kelas. Hobi membaca buku telah membentuknya menjadi pribadi yang reflektif, tekun, dan selalu ingin tahu banyak hal baru. Namun di balik sosok yang penyabar dan senyum ramahnya, tersimpan energi besar yang hanya bisa dilepaskan di atas arena Tapak Suci.
Perjalanan prestasinya dimulai pada tahun 2023 ketika ia mengikuti Kejuaraan PDM Cup Sleman. Hasilnya luar biasa, Oliv meraih Juara 1 sekaligus dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri. Sejak saat itu, langkahnya di dunia bela diri tidak pernah surut. Ia terus mengasah kemampuan, memperkuat mental, dan berkomitmen untuk tampil lebih baik di setiap kesempatan yang ada.
Puncaknya, di ajang Kejuaraan Nasional Tapak Suci HM Barie Rsyad Championship, Oliv tampil gemilang dua tahun berturut-turut. Pada tahun 2024, ia berhasil meraih Juara 3 kategori tanding kelas F putri pra remaja. Tak puas sampai di situ, pada tahun 2025, Oliv kembali berlaga dan sukses menyabet Juara 1 kategori tanding pra remaja kelas F putri serta meraih Juara 1 kategori Seni Tunggal Bersenjata Putri.
Capaian itu bukan hasil kebetulan. Di balik medali emas yang menggantung di lehernya, ada keringat, waktu, dan doa yang ia curahkan dengan sepenuh hati.
“Saya selalu belajar, latihan, dan berdoa sebelum lomba. Guru dan orang tua selalu jadi penyemangat utama saya,” ungkap Oliv dengan mata berbinar. “Tantangan pasti ada, terutama saat ikut kejuaraan besar. Tapi doa dan dukungan mereka membuat saya kuat.”
Prestasi Tak Hanya di Arena, tapi Juga di Lembar Soal
Siapa sangka, di balik ketegasan gerak silatnya, Oliv juga seorang juara di bidang akademik. Ia mencatatkan namanya di deretan siswa berprestasi nasional dengan torehan medali di berbagai olimpiade.
Pada Olimpiad Mapel Matematika tahun 2023 dan 2025, Oliv berhasil membawa pulang medali perak. Tak berhenti di situ, kemampuannya dalam bidang agama juga menonjol. Ia meraih medali perak Olimpiad Tahmil Qur’an tahun 2025.
Namun, di balik prestasi itu terselip kisah menarik yang membuktikan bahwa kerja keras selalu mengalahkan keterbatasan.
“Lomba matematika itu paling berkesan buat saya,” ujarnya sambil tersenyum. “Karena lombanya mendadak banget. Saya hanya sempat belajar H-1 pelaksanaan lomba. Tapi dari situ saya belajar, kalau kita sungguh-sungguh, hasilnya tetap bisa maksimal.”
Bagi Oliv, setiap perlombaan adalah kesempatan untuk belajar, bukan sekadar mencari kemenangan. “Saya jadi mengetahui kalau semua hal itu butuh usaha. Dari lomba, saya dapat banyak pengalaman berharga yang nggak bisa didapat di kelas.”
Belajar Mengatur Waktu dan Mengalahkan Rasa Gugup
Salah satu tantangan terbesar bagi siswa berprestasi adalah membagi waktu antara sekolah dan latihan. Namun bagi Oliv, hal itu justru menjadi ladang latihan disiplin.
“Waktunya belajar di sekolah tetap saya prioritaskan. Tapi di sela-sela jadwal yang padat, saya menyempatkan latihan. Yang terpenting tidak mengganggu waktu belajar,” jelasnya.
Kedisiplinan inilah yang menjadi kunci keberhasilannya. Setiap hari, ia mengatur jadwal dengan cermat agar semua tanggung jawab dapat berjalan seimbang. Ketika rasa gugup datang menjelang pertandingan, ia memilih untuk memperkuat diri dengan berdoa.
“Saya biasanya berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT. Dengan begitu saya merasa tenang. Ditambah motivasi dari orang tua, rasanya jadi kuat dan semangat kembali,” tuturnya.
Oliv juga menegaskan pentingnya latihan konsisten. Ia tidak hanya berlatih teknik tanding, tetapi juga seni. “Saya berlatih membagi waktu antara fighter dan seni. Dua-duanya penting buat meningkatkan kemampuan dan mental”.

Makna Kemenangan yang Sebenarnya
Bagi kebanyakan orang, kemenangan itu tentang memperoleh piala atau medali. Tapi bagi Oliv, kemenangan mempunyai arti yang luas dan mendalam.
“Kemenangan itu bentuk dari usaha yang telah dilakukan sebelumnya. Jadi kalau pun kalah, bukan berarti gagal. Itu cuma bagian dari proses untuk mencapai kemenangan yang sesungguhnya,” katanya bijak.
Prinsip itu Oliv pegang erat setiap kali mengikuti perlombaan. Ia tidak pernah melihat kekalahan sebagai akhir, melainkan batu loncatan untuk bangkit.
“Ingat, kegagalan yang dijumpai hanyalah bagian dari proses untuk mencapai tujuan yaitu juara,” pesannya.
Dari Sekolah untuk Bangsa: Membangun Generasi yang Berani Mencoba
Dalam setiap langkahnya, Oliv membawa satu semangat, menjadi contoh bagi teman-temannya di SMP Muhammadiyah 1 Kalasan. Ia ingin siswa lain juga berani mencoba dan berkompetisi.
“Mulailah mencoba terlebih dahulu, dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Yang terpenting teruslah berlatih,” katanya penuh semangat.
Bagi Oliv, pengalaman berkompetisi bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal mental dan karakter. Ia ingin menularkan semangat itu kepada siswa lain di sekolah agar tidak takut mengambil peluang. “Setiap orang punya potensi masing-masing. Jangan tunggu sempurna dulu baru mencoba,” tambahnya.
Ketika ditanya soal cita-citanya, Oliv menjawab dengan penuh semangat, “Saya ingin menjadi pribadi yang disiplin dan terus mengukir sejarah baru.”
Kalimat itu mencerminkan tekad kuat seorang pelajar muda yang tak hanya berprestasi, tapi juga berorientasi pada nilai dan makna hidup.
Dukungan Sekolah dan Guru yang Mengispirasi
Bagi Oliv, semua keberhasilan ini tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan sekolah. “Guru-guru di sekolah selalu terlibat mulai dari persiapan sampai pelaksanaan lomba. Mereka selalu mendampingi dan memberi motivasi,” ungkapnya dengan rasa syukur.
Ia juga menuturkan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan siswa. “Sekolah bisa menumbuhkan semangat itu dengan menyediakan fasilitas yang memadai. Kalau tempat latihan nyaman dan dukungan penuh, siswa pasti lebih semangat,” ujarnya.
Rasa bangga juga terpancar ketika ia berbicara tentang pengalaman mewakili sekolah di ajang luar. “Alhamdulillah, saya senang banget bisa membawa nama sekolah. Tidak semua orang punya kesempatan yang sama, jadi saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari itu.”
Sebagai siswa yang telah menorehkan banyak prestasi, Oliv berharap ke depannya sekolah terus memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk ikut berkompetisi. “Harus ada regenerasi. Setiap tahun sekolah harus punya perwakilan baru yang siap berjuang. Dengan begitu, semangat berprestasi di sekolah kita akan terus hidup.”
Semangat yang Menular: Dari Nur Alivia Andreani untuk Semua Siswa
Kisah Nur Alivia Andreani bukan hanya tentang kemenangan demi kemenangan. Lebih dari itu, kisahnya adalah cermin ketekunan, disiplin, dan keberanian untuk mencoba. Ia adalah simbol generasi muda yang tak takut gagal, tidak mudah menyerah, dan tidak berhenti belajar.
Setiap prestasi yang ia raih menjadi bukti bahwa potensi besar bisa muncul dari mana saja dari ruang kelas sederhana, dari halaman latihan yang penuh keringat, dari doa-doa tulus seorang siswi yang ingin membanggakan sekolah dan keluarganya.
“Percayalah, setiap proses yang dilakukan tidak akan menghianati hasil di kemudian hari,” tutup Oliv dengan senyum yang khas.
Dari arena tanding hingga ruang kelas, dari angka-angka matematika hingga lantunan ayat suci, Nur Alivia Andreani telah membuktikan bahwa prestasi sejati adalah keseimbangan antara ilmu, iman, dan tekad. Ia bukan sekadar siswa berprestasi, ia adalah inspirasi.
Dan dari sekolah ini, dari tangan-tangan muda seperti dirinya, akan lahir generasi hebat berikutnya yang siap mengharumkan nama sekolah dan bangsa.
Penulis: Pena MUSAKA

