Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Muhammadiyah 1 Kalasan, telah melaksanakan kegiatan Workshop Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) pada hari senin, 21 Juli 2025. Kegiatan tersebut bertujuan bentuk dari refleksi kurikulum yang sebelumnya dijalankan, menyelaraskan dengan kebijakan terbaru dari pemerintah, dan penyesuaian arah kurikulum sekolah agar lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembanagan zaman. Serta sebagai komitmen sekolah terhadap kualitas pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Selain itu, kegiatan KSP bagian dari implementasi program kerja bidang kurikulum tahun pelajaran 2025/2026 dan menjadi kegiatan penting dalam penyusunan arah, dan isi pembelajaran kedepan yang akan dijalankan.
Kegiatan workshop KSP diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 1 Kalasan, dan dihadiri secara langsung oleh Kepala Seksi Dinas Pendidikan SMP Kabupaten Sleman Ibu Supraptiningsi, Bapak H. Surahmad Dikdasmen PDM Kabupaten Sleman, Pengawas Sekolah Bapak Praptonugroho, Komite Sekolah Bapak Agus Suparto, PPTQMU Dahik Bapak Masruri, orang tua siswa dan siswa SMP Muhammadiyah 1 Kalasan. Kegiatan workshop ini diharapkan guru di MUSAKA memiliki kesamaan cara pandang terhadap arah pendidikan.

Workshop KSP dimulai pada pukul 13.00 WIB sebagai pembuka kegiatan diawali dengan pembacaan do’a bersama, dilanjutkan dengan pembacaan surah Al-Qur’an menambah suasana workshop KSP lebih tenang. Selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan dari kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Kalasan, dan dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari perwakilan dari dinas Pendidikan kabupaten Sleman. Pengembangan KSP tersbut bukan tentang memenuhi kewajiban secara administratif, melainkan bentuk pertanggung jawaban dalam penyusunan konsep pembelajaran yang diharapkan manfaatnya bagi peserta didik.
Setelah selesainya pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi rancangan Kurikulum Satuan Pendidikan tentang kebijakan terbaru dalam implementasi kurikulum. Dewan guru dan tamu undangan yang hadir secara langsung diajak untuk memahami perubahan dalam kebijakan kurikulum, diantaran peran guru, dan pentingnya pembelajaran yang mendukung berkembangannya peserta didik. Guru dan tamu undangan diberikan kesempatan untuk menggapi dan memberikan masukan terhadap apa yang telah disampaikan sebelumnya, tidak terkecuali wali siswa dan siswa diberikan kesempatan untuk bertanya.
Satu keunggulan dalam KSP tersebut di tahun 2025, dimana guru dan tim di MUSAKA membuat terobosan baru dengan mencetak buku pantauan siswa tujuh kebiasaan anak Indonesia. Dengan diterbitkannya buku tersebut diharapkan bisa memberikan banyak manfaat bagi siswa dalam perkembangannya. Peran orang tua sangatlah diharapkan bekerjasama dengan pihak sekolah, hal ini akan jauh lebih efektif dalam penerapannya.
Melalui kegiatan Workshop Kurikulum Satuan Pendidikan, guru di MUSAKA mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang konsep kurikulum. Dan tidak hanya meningkatkan kompetensi guru, tapi sebagai wujud komitmen sekolah untuk terus bergerak maju, dan siap menghadirkan Pendidikan yang relevan, dan unggul. KSP ini bentuk nyata dalam pengembangan kurikulum sekolah yang kontekstual yang berpusat pada peserta didik.
Penulis: Pena MUSAKA
