Kalasan – Hari Sabtu, 20 September 2025 SMP Muhammadiyah 1 Kalasan (MUSAKA) melaksanakan kegiatan yang penuh dengan makna bagi siswanya melalui Pembinaan Mental Spiritual. Acara tersebut diikuti sebanyak 42 siswa yang terundang, 6 wali kelas, serta Waka Kesiswaan.
Acara dibuka dengan penuh kehangatan oleh pembawa acara, Bu Esta, dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Bu Hani dan Pak Ali. Suasana langsung terasa khidmat, membuat para siswa dan guru yang hadir sejenak larut dalam keheningan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dalam sambutannya kepala sekolah Ibu Nuryani memberikan semangat bagi para siswa, sebelum akhirnya masuk pada inti kegiatan yaitu Pembinaan Mental Spiritual bersama Ustadz Arif Mansyur.
Ustadz Arif Mansyur dengan gaya penyampaiannya yang sederhana, penuh makna, dan menyentuh hati berhasil membuat suasana acara menjadi hening. Banyak siswa, bahkan beberapa orang tua yang hadir, tampak merenung dalam-dalam atas pesan yang disampaikan oleh Ustadz Arif Mansyur. Tak sedikit yang sampai meneteskan air mata ketika menyadari pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Bapak Sujarwo, selaku Waka Kesiswaan MUSAKA, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum berharga untuk membentuk karakter siswa sejak dini. “Kami berharap kegiatan Pembinaan Mental Spiritual ini bisa menjadi titik balik bagi para siswa di sekolah, agar semakin mengedepankan jujur, punya rasa empati, dan punya motivasi hidup yang kuat kedepannya. Lebih dari sekadar prestasi akademik, kami ingin para siswa tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia,” ungkapnya penuh dengan harap.

Selain itu, Bapak Sujarwo juga menekankan bahwa kegiatan Pembinaan Mental Spiritual seperti ini sangatlah penting di era globalisasi, era serba mudah yang tentunya penuh dengan sebuah tantangan bagi siswa. Dengan adanya pondasi mental dan spiritual yang kuat sejak sekarang, siswa diharapkan tidak mudah goyah atau ikut-ikutan dalam menghadapi godaan perkembangan zaman, baik di dunia nyata maupun di dunia digital.
Momen paling mengharukan dalam kegiatan Pembinaan Mental Spiritual ini terjadi ketika para siswa diminta merenungkan kembali cita-cita serta tujuan hidup mereka. Banyak dari mereka yang terlihat tersentuh, bahkan ada yang menangis karena merasa mendapatkan pencerahan baru. “Saya jadi menyadiri kalau selama ini sering menyepelekan atau tidak memperhatikan hal-hal kecil, padahal itu bisa memengaruhi masa depan saya,” ungkap salah satu siswa kelas VIII dengan penuh kejujuran.

Suasana yang penuh keakraban, renungan mendalam, dan tangisan haru menjadikan kegiatan ini terasa istimewa. Bukan hanya siswa, para guru juga ikut mendapatkan manfaat energi positif untuk terus mendampingi siswa dengan penuh kesabaran dan keteladanan.
Di akhir acara Pembinaan Mental Spiritual, harapan besar mengiringi seluruh rangkaian kegiatan. Semoga pembinaan ini benar-benar mampu menjadi pijakan bagi siswa untuk menata langkah ke depan, meraih cita-cita dengan hati yang bersih, jiwa yang kuat, karakter yang mulia, dan emnajdi pribadi yang lebih baik.
Tidak mengherankan jika kegiatan Pembinaan Mental Spiritual ini mendapat nilai 10 dari para siswa, orang tua siswa, dan guru, karena manfaatnya yang diarasakan terasa nyata. Bukan hanya memberikan motivasi semata, akan tetapi juga menjadi bahan renungan bersama yang mendalam bagi semua yang hadir.
Dengan kegiatan Pembinaan Mental Spiritual ini, MUSAKA sekali lagi membuktikan bahwanya pendidikan bukan hanya soal otak, tapi juga soal hati. Dan saat hati sudah tersentuh, maka jiwa akan tumbuh lebih kuat.
Penulis: Pena MUSAKA
