Menjadi pemimpin bukanlah kemampuan yang muncul secara tiba-tiba ketika seseorang telah dewasa. Kepemimpinan tumbuh dari kebiasaan, keberanian, dan pengalaman yang terus diasah sejak usia muda. Bagi siswa SMP, kesempatan untuk belajar memimpin terbuka sangat luas, terutama melalui kegiatan sederhana namun bermakna seperti menjadi imam shalat dhuha, memimpin dzikir, dan memandu tadarus Al-Qur’an.
Di sekolah, khususnya di lingkungan yang menjunjung nilai-nilai Islam, kegiatan ibadah berjamaah bukan hanya rutinitas spiritual, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Ketika seorang siswa berdiri di depan sebagai imam shalat dhuha, ia sedang belajar tentang keberanian, kepercayaan diri, dan tanggung jawab. Langkah kecil mengumandangkan takbir di hadapan teman-temannya adalah latihan kepemimpinan yang melatih ketegasan sekaligus kerendahan hati.
Memimpin dzikir setelah shalat juga menanamkan kemampuan vokal yang teratur, ketenangan diri, dan keteladanan. Siswa tidak hanya memimpin bacaan, tetapi juga mengajak teman-temannya untuk hadir dalam keheningan dan kedekatan dengan Allah. Sementara itu, membimbing tadarus menjadi sarana untuk melatih kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, serta membangun sikap sabar dan teliti ketika menyimak bacaan orang lain.
Ketika siswa SMP berani mengambil peran-peran kecil ini, sesungguhnya mereka sedang menapaki proses menjadi pemimpin masa depan. Kepemimpinan bukan dimulai dari panggung besar, melainkan dari keberanian mengambil amanah yang ada di depan mata. Imam shalat, pemimpin dzikir, dan pemandu tadarus adalah bentuk latihan kepemimpinan yang membangun akhlak, kecakapan komunikasi, serta keteguhan spiritual.
Dengan demikian, membiasakan diri menjadi imam, memimpin dzikir, dan tadarus sejak SMP merupakan langkah awal yang sangat bernilai. Inilah cara terbaik membentuk generasi pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan berpijak pada nilai-nilai Islam. Kepemimpinan mereka tumbuh dari sikap berani, keteladanan, dan ibadah yang ikhlas, sehingga kelak mampu memberi manfaat bagi masyarakat dan umat.

SMP Muhammadiyah 1 Kalasan terus berkomitmen menjadi lingkungan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga mendorong keberanian siswa untuk tampil dan memimpin. Melalui pembiasaan ibadah seperti shalat dhuha berjamaah, dzikir, dan tadarus, sekolah memberikan ruang nyata bagi setiap siswa untuk mengasah percaya diri, kemampuan memimpin, serta membangun karakter islami yang kuat. Dengan bimbingan guru dan suasana sekolah yang membangun, siswa SMP Muhammadiyah 1 Kalasan tumbuh menjadi pribadi yang berani, bertanggung jawab, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
