Ragam hias, atau ornamen, adalah bentuk seni dekoratif yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebudayaan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dua motif paling populer dan kaya makna adalah flora (tumbuhan) dan fauna (hewan). Menguasai cara menggambar ragam hias ini tidak hanya melatih keterampilan visual Anda, tetapi juga membuka pintu untuk memahami warisan budaya yang mendalam.
Apa Itu Ragam Hias Flora dan Fauna?
Ragam hias adalah pola atau motif yang digunakan untuk memperindah suatu benda, seperti kain, kayu, keramik, atau arsitektur.
-
Ragam Hias Flora: Mengambil inspirasi dari bentuk-bentuk tumbuhan, seperti daun, bunga, sulur, batang, dan akar. Motif ini sering digayakan (distilisasi) menjadi bentuk yang lebih geometris atau berulang.
-
Ragam Hias Fauna: Mengambil inspirasi dari bentuk-bentuk hewan, seperti burung, ikan, ular, atau kupu-kupu. Sama seperti flora, bentuk hewan tidak digambar secara realistis, melainkan diubah menjadi motif dekoratif.
Alat dan Bahan yang Anda Butuhkan
Anda tidak memerlukan peralatan mewah untuk memulai. Cukup siapkan:
-
Pensil: Pensil H untuk membuat sketsa ringan dan pensil B untuk mempertegas garis.
-
Penghapus: Penghapus lunak.
-
Kertas Gambar: Kertas HVS biasa atau kertas sketsa.
-
Alat Mewarnai (Opsional): Spidol, pensil warna, atau cat air, jika Anda ingin menambahkan warna.
-
Penggaris dan Jangka (Opsional): Berguna untuk membuat pola geometris atau grid dasar.
Langkah Mudah Menggambar Ragam Hias
Proses menggambar ragam hias, baik flora maupun fauna, mengikuti prinsip dasar yang sama.
Langkah 1: Pengamatan dan Pemilihan Objek
Pilih objek alam yang ingin Anda gambar.
-
Flora: Amati bentuk dasar dari satu daun, kelopak bunga, atau sulur tanaman.
-
Fauna: Pilih satu hewan (misalnya, burung merak). Fokus pada bagian yang paling ikonik (sayap, ekor, atau bentuk kepala).
Langkah 2: Penyederhanaan (Stilisasi)
Ini adalah langkah kunci dalam ragam hias. Anda harus mengubah bentuk alam yang kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana, teratur, dan dekoratif.
-
Contoh Flora: Ubah lekuk daun yang kompleks menjadi bentuk oval atau segitiga yang tegas.
-
Contoh Fauna: Ubah bentuk sayap burung menjadi pola yang berulang atau bersambungan. Buang detail yang tidak perlu seperti tekstur bulu atau urat daun.
Langkah 3: Membuat Sketsa Dasar pada Bidang
Tentukan bidang gambar (persegi, lingkaran, atau bentuk memanjang).
-
Buat garis bantu atau grid ringan.
-
Posisikan motif stilisasi Anda dalam bidang tersebut. Atur pola agar terkesan seimbang dan berulang (repetisi) atau berselang-seling (alternasi).
Langkah 4: Penegasan Garis (Inking/Tracing)
Setelah puas dengan tata letak sketsa, pertegas seluruh garis gambar Anda menggunakan pensil B, pulpen, atau drawing pen. Pastikan garis tegas, rapi, dan konsisten. Hapus garis bantu atau sketsa pensil H yang tidak diperlukan.
Langkah 5: Pewarnaan (Opsi)
Ragam hias sering menggunakan warna-warna cerah dan kontras.
-
Pilih palet warna yang harmonis.
-
Isi setiap bidang dengan warna secara merata.
-
Pada ragam hias tradisional, warna tidak berfungsi untuk membuat gradasi realistis, melainkan untuk memperjelas.
