Kalasan, dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan pengelolaan literasi di sekolah, khususnya di Tingkat SMP, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SMP Muhammadiyah 1 Kalasan, Bapak Wahyu Agrianto, mengikuti kegiatan Workshop Media Pembelajaran Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta pada Jum’at, 31 Oktober 2025.
Kegiatan bertema Media Pembelajaran Perpustakaan: Dari Foto Menarik dan Video Interaktif, dengan diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari guru, pustakawan, dan pegiat literasi dari berbagai lembaga Pendidikan yang ada di Kabupaten Sleman. Kegiatan workshop berlangsung dengan suasana antusias dan penuh semangat belajar di lingkungan kampus UNISA yang modern dan inspiratif.

Acara workshop dibuka secara resmi oleh panitia dengan sambutan hangat dari pihak universitas. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian lomba kerapian perpustakaan, sesi penyampaian materi utama tentang strategi kreatif promosi perpustakaan, serta diakhiri dengan penutupan yang penuh makna dari panitia penyelenggara.
Turut hadir dalam acara ini beberapa tokoh penting, di antaranya Wakil Rektor I UNISA, Kepala Perpustakaan UNISA, dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Kehadiran para tokoh tersebut menambah semangat para peserta untuk terus berinovasi dalam dunia literasi, terutama dalam mengembangkan perpustakaan sebagai pusat kegiatan belajar yang menarik dan menyenangkan tentunya sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurut Bapak Wahyu Agrianto, kegiatan workshop ini memberikan banyak inspirasi baru tentang bagaimana cara mempromosikan perpustakaan agar lebih dekat dengan siswa dan masyarakat.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mempromosikan perpustakaan melalui foto menarik dan video interaktif. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, semakin banyak siswa yang tertarik datang ke perpustakaan untuk membaca dan belajar,” ujarnya.
Selain mendapatkan wawasan baru, peserta juga berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber dan peserta lainnya. Sesi pemberian materi dan tanya jawab menjadi momen paling menarik dan interaktif dalam kegiatan ini. Banyak ide-ide segar muncul dari peserta mengenai bagaimana cara membuat konten visual yang menarik untuk menarik perhatian pembaca muda.

Workshop ini juga menekankan pentingnya peran guru dan pustakawan dalam menghadirkan perpustakaan yang hidup dan berdaya guna, tidak hanya sebagai tempat menyimpan buku, akan tetapi juga sebagai ruang kreatif untuk eksplorasi ide dan pengembangan karakter siswa.
Bapak Wahyu, menilai kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat. Ia memberikan nilai 8 dari 10 untuk pelaksanaannya.
“Kegiatan ini sangat inspiratif. Saya mendapatkan banyak ilmu baru tentang bagaimana cara memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan perpustakaan kepada siswa dengan cara yang menyenangkan,” tuturnya.
Dengan mengikuti kegiatan Workshop Media Pembelajaran Perpustakaan seperti ini, guru si SMP Muhammadiyah 1 Kalasan diharapkan terus bersemangat dalam mengembangkan diri, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Perpustakaan sekolah bukan hanya menjadi tempat penyimpanan buku, membaca, dan belajar, akan tetapi bisa menjadi pusat kreativitas dan pembelajaran berbasis teknologi yang dapat menarik minat generasi muda.
Melalui keterlibatan aktif guru dalam berbagai pelatihan dan workshop, SMP Muhammadiyah 1 Kalasan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi siswa. Harapannya, semangat berliterasi yang dibangun melalui kegiatan ini dapat menular kepada seluruh warga sekolah dan menjadikan budaya membaca sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Penulis: Pena MUSAKA

