MUSAKA – Fotografi bukanlah sebatas pengambilan foto saja, melainkan ada seni dan makna tersendiri bagi yang mendalami bidang fotografi, sedangkan bagi orang yang tidak memiliki ilmu di bidang fotografi, mungkin fotografi dianggap hal biasa dan semua orang bisa melakukannya. Fotografi merupakan seni untuk mengekspresikan ide dan perasaan dalam bentuk visual gambar dengan hasil yang menarik. Dengan adanya lomba fotografi ARTASTIC yang di selenggarakan oleh MAN 3 Sleman Yogyakarta, pada hari Sabtu, 17 Mei 2025, memberikan kesempatan kepada Sekolah MUSAKA yang di wakili oleh siswanya yaitu Redo Alvaro Anaya kelas 8 untuk berpartisipasi.
Lomba fotografi yang bertajuk ARTASTIC ini sebagai wadah bagi para pelajar dari berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Sleman Yogyakarta untuk menunjukkan kreativitasnya dalam bidang seni visual. Lomba fotografi mengangkat tema yaitu Budaya dan Makanan Tradisional, dan para peserta dituntut secara mandiri dan kreatif untuk memilih sesuai dengan kemampuannya untuk memilih salah satu tema yang nantinya akan di presentasikan secara langsung kepada dewan juri dan di saksikan secara langsung oleh para peserta yang mengikuti lomba fotografi.
Redo Alvaro Anaya merupakan siswa yang terpilih untuk mengikuti lomba fotografi dari Sekolah MUSAKA, dan memiliki minat dalam seni visual. Dalam penyampaiannya sebelum keberangkatan ke lokasi lomba, Redo menyampaikan bahwa ia sangat antusias dalam mengikuti lomba fotografi ARTASTIC, dimana menjadikan sebuah kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pengalaman. “Saya ingin mendapatkan pengalaman dan belajar, juara adalah nilai tambah bagi saya’, ujar Redo.

Tema yang di angkat Makanan Tradisional dan Sub Tema adalah Lutis Rujak Kalasan, ia memotret makanan yang sudah berada di wadah dengan tampilan yang menarik membuat siapa saja yang melihat tertarik dan akan penasaran tentang makna dari foto tersebut.
Untuk lomba fotografi tersebut diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai Sekolah SMP di Wilayah Sleman Yogyakarta. Setiap peserta diminta untuk mengirimkan satu karya foto asli dengan deskripsi singkat yang di narasikan dari foto tersebut, berkas yang dikirimkan sebelum perlombaan dimulai. Panitia melakukan undian H-1 acara, dan peserta akan mempresentasikan hasilnya diacara puncak yaitu pada hari Sabtu, 17 Mei 2025, dan hasilnya akan di umumkan pada hari itu juga.
Dalam proses penjurian akan dilakukan secara langsung di lokasi lomba di MAN 3 Sleman, di mana seluruh peserta juga diundang untuk mengikuti serangkaian acara dari awal sampai akhir. Redo dan beserta peserta lainnya berkesempatan untuk saling berbagi pengalaman dalam fotografi, hal ini bertujuan untuk saling belajar dan memberikan motivasi terus belajar. Meskipun Redo yang mewakili Sekolah MUSAKA belum berhasil membawa pulang juara utama, karya Redo mendapatkan apresiasi dari peserta dan dewan juri, terutama pihak sekolah.
Dalam mengikuti lomba, Redo mendapatkan dukungan dari pihak Sekolah, baik dari Kepala Sekolah, guru, hingga Pembina ektrakurikuler di MUSAKA, dengan adanya lomba seperti ini, siswa belajar mengekspresikan gagasan, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Ini termasuk bagian dari Pendidikan karakter. Sementara itu, pembina ektrakurikuler, Bapak Anas menyampaikan bahwa “karya yang dibuat oleh Redo memberikan gambaran dalam dunia fotografi bukanlah hanya tentang sebuah kamera, melainkan tentang rasa dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar,” tuturnya.
Partisipasi Redo dalam lomba fotografi dijadikan sebuah pengalaman yang berharga dan terus belajar untuk berkarya dan mengembangkan kelebihan, agar suatu saat bisa menjadi hal yang lebih bermanfaat baik untuk dirinya ataupun untuk masyarakat. Semoga dengan tampilnya Redo mengikuti lomba fotografi, dijadikan motivasi siswa lainnya untuk berani mengejar minat dan bakat siswa di Sekolah MUSAKA.
Adanya lomba fotografi ARTASTIC di MAN 3 Sleman menjadikan bukti bahwa, ruang seni di kalangan pelajar begitu sangat penting utnuk terus berkembang. Dengan terus semangat berkarya dan dukungan dari pihak Sekolah, siswa seperti Redo telah membuktikan bahwa generasi muda punya suara dan cara tersendiri dalam menyampaikan, dan berekspresi.
Penulis: Tim Pena MUSAKA
